Kau datang dalam kehidupanku.
Saat aku meratapi nasibku.
Sendiri di tengah kegelapan.
Menanti datangnya sapaan.
Kau laksana penyelamat.
Menyejukkan jiwaku yang gersang.
Yang telah lama sekarat.
Dihempas layaknya batu karang.
Kau adalah sandaran hatiku.
Kau selalu kupuja.
Kau selalu kubanggakan.
Kau selalu kucinta.
Aku mengharapkanmu setiap saat.
Menginginkan kecupan mesramu.
Saat dimana aliran darahmu terasa di tubuhku.
Dan akhirnya kita menjadi satu.
Aku menginginkan kehangatan tubuhmu.
Aroma tubuhmu yang memikat.
Dekapan mesramu.
Luluhkan semua sekat.
Aku ingin memuaskan hasratmu.
Hasrat akan cinta yang abadi.
Selalu memenuhi diriku.
Membuatku semakin menjadi.
Aku ingin engkau merasakan detak jantungku.
Merasakan getaran jiwaku.
Tanpa rasa malu.
Hingga akhirnya aku terbujur kaku.
Akupun ingin merasakan nikmatnya tubuhmu.
Tidur dalam pelukanmu.
Membelai rambutmu.
Merasakan setiap inci tubuhmu.
Betapa bangsat diriku!
Terkutuklah aku!
Aku yang menjadi budak hawa nafsu.
Terperdaya oleh nafsu birahiku!
Jujur.
Aku hanya ingin dirimu.
Dan aku akan menjadi milikmu.
Kita akan saling memiliki.
Namun.
Semua itu nampak tidak mungkin.
Layaknya pungguk merindukan bulan.
Cinta ini tak akan sampai.
Kau lebih memilih sosok lain.
Yang tak lebih baik dariku.
Akulah orang yang setia menantimu!
Tak ada yang mencintaimu selain aku!
Dan kini kau pergi meninggalkan aku.
Meninggalkan banyak kenangan.
Membekas perih di hati.
Dan kau sia-siakan orang seperti aku.